Blog sederhana

Campur-campur penuh warna

SURAT TERBUKA UNTUK JUKIR MALANG

Tinggalkan komentar

Jukir yang terhormat, jujur saya kasihan melihat jukir dibulli dimana2, percaya atau tidak, dari medsos bisa ke fisik.
 
negara kita saat ini memang tidak bisa mencukupi kebutuhan akan lapangan kerja, lulusan S1 saja tiap tahunnya ada 300rb lebih yang mengganggur, trus mau kerja apa?
belum lagi yang lulusan sd/smp/sma, makanya ada yang memilih pekerjaan malak, karena merasa itu wilayahnya, sdh ada disana sejak lahir dan sebagainya, mungkin juga karena cemburu, lihat banyak motor/mobil bagus plat dari luar kota. mungkin mereka merasa bekerja, bukan malak.
 
parkir sebagai pekerjaan yang menggoda
bagaimana tidak, saya punya teman salah satu mahasiswa PTN di malang, dia kalau malam memilih nyambi jadi jukir, alasannya sederhana, cuma jagain minimal 5 motor sehari, 1 bulan dapet 300 rb, setara dengan kerjaan part time 5 jam kerja.. luar biasa bukan. dan sepupu saya? memilih tidak sekolah mending markir.. kasihan sekali dia.
kalau seperti ini bukankah pekerjaan malak ini termasuk penyakit masyarakat yang harus diberantas?
 
trus harus bagaimana?
saya pribadi tidak memusuhi jukir, asal jukir itu pada tempatnya.
sebagai contoh: di bekasi, di stasiun itu ada ruko2 dan halaman yang dikelola banyak jukir, mungkin bisa lebih dari 100 orang jukir setiap harinya, termasuk di mall2 dan pasar, di luarnya banyak parkiran juga.. katanya orang malang, tidak masalah dong, jukir tlogomas ikut markir di kota/daerah lainnya.. kalau memang terpaksa harus di pertokoan? tolong sekali bapak2 jukir yang terhormat, parkir itu seikhlasnya, agar kami tau keikhlasan kalian dalam bekerja..
 
masyarakat malang sendiri sekarang membuat banyak ruko, pasti kalo banyak ruko banyak usaha kan? atau banyak peluang baru, kalau ga punya ijazah bisa saja mengelola sampah/mengatur pertigaan atau lainnya, buat usaha parkir profesional yang memang ada lahannya. banyak juga lho usaha yang butuh pegawai, bumi Allah ini luaas, rezekinya dimana2 ayolah jukir yang tidak pada tempatnya, bekerja agar punya harga diri..
 
Jukir yang bermental pekerja yang bertanggung jawab kepada keluarganya, kami mohon agar kalian mengerti kalau menafkahi keluarga bukan hanya kalian saja, tapi kami juga para pengguna jasa parkir. kalau kalian ingin dimengerti dan dihargai mulailah bersikap selayaknya manusia yang pantas dihargai dengan menghargai kami. kami keliling ke toko2 untuk bekerja juga, bukan untuk jalan2 menghabiskan uang. Seperti kami ke fotocopy/print, kami kesana untuk mengerjakan tugas kuliah bukan untuk senang2. Kami ke ATM untuk mengambil uang makan kami dari orang tua, bukan untuk foya2. Kami ke warung makan beli nasi tahu tempe harga 5000, bukan untuk makan steak ratusan ribu mengertilah..
 
jukir yang terhormat, pengusaha juga terbebani dengan adanya kalian, bagaimana tidak, pelanggan berkurang karena mencari toko yang free parkir pelan2 akan membunuh juga, apalagi yang tempatnya sewa dan sudah menghabiskan puluhan juta, apakah jukir mau tanggung jawab kalau tahun depan kami tidak bisa buka usaha lagi?
 
sekali lagi, kami tidak memusuhi kalian, tapi bekerjalah yang benar dan dengan hati nurani bukan dengan otot dan mulut, agar kami memang benar merasa butuh dan ikhlas membayar jasa kalian.
 
Malang, 15-09-2016
 
warga malang
 
 
 
 
 

Penulis: dienst

Jika engkau dapat menemukan sedikit saja hal bermanfaat dari sini, maka sesungguhnya engkau dapat menemukan lebih banyak hal bermanfaat dari Al Quran. Setiap manusia memiliki potensi kesuksesan masing-masing. Maka jangan engkau lelah mengejar pelangimu sampai engkau dapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s