Blog sederhana

Campur-campur penuh warna

Kapan Harus Percaya Quick Count?

Tinggalkan komentar

Dikarenakan banyaknya lembaga survey yang memaparkan hasil yang berlawanan saya sebagai mahasiswa statistika akan mencoba menjelaskan secara singkat Kapan Harus Percaya Quick Count?.

Bismillah, semoga tercerahkan..

A. Pendahuluan

A.1      Definisi

Quick count dan exit poll merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan setelah pemilihan. Quick count  atau penghitungan cepat adalah proses pencatatan hasil perolehan suara di ribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dipilih secara acak. Kegiatan quick count  ini seringkali diikuti oleh exit poll.

Exit poll adalah metode mengetahui opini publik yang dilakukan sesaat setelah keluar dari bilik suara. Kedua metode ini dapat sebagai alat untuk mengontrol dan mendorong dihasilkannya pemilu yang jujur dan adil. Prediksi quick count akan akurat apabila berdasarkan metodologi statistik dan penarikan sampel yang ketat. Multistage random sampling merupakan teknik penarikan sampel yang sering digunakan dalam melakukan quick count .

A.1.1   Perbedaan

aaaaaaa

A.2      Metode Sampling

Dalam penghitungan quick count, digunakan metode Multistage sampling yang merupakan bentuk kompleks cluster sampling.

Keuntungan

  • Biaya dan kecepatan yang survei dapat dilakukan
  • Kemudahan untuk menemukan sampel survei
  • Biasanya lebih akurat daripada cluster sampling untuk ukuran sampel yang sama

Kekurangan

  • Tidak seakurat SRS  (simple random sampling) jika sampel memiliki  ukuran yang sama
  • Pengujian Lebih sulit untuk dilakukan

Metode ini biasa digunakan jika dilakukan real count yang memakan waktu dan biaya yang mahal, oleh sebab itu peneliti secara acak memilih elemen masing masing cluster.berdasarkan hal tersebut lembaga survey bisa menjadikan survey menjadi subyektif atau memenuhi keinginan dari peminta survey agar sampling dilakukan tidak secara acak tapi dilakukan di kantung kantung suara tertentu saja, sehingga survey tidak mencerminkan populasi yang sesungguhnya.

Dalam sampel multistage random digunakan pada area yang luas seperti negara, pertama-tama dibagi menjadi daerah yang lebih kecil (provinsi), dan sampel acak dari daerah dikumpulkan.Pada tahap kedua, sampel acak dari area yang lebih kecil (seperti kabupaten) diambil dari dalam masing-masing daerah dipilih dalam tahap pertama. Kemudian, di tahap ketiga, sampel acak dari daerah bahkan lebih kecil (seperti lingkungan) yang diambil dari dalam setiap bidang yang dipilih pada tahap kedua. Jika daerah ini cukup kecil untuk tujuan penelitian, maka peneliti mungkin berhenti pada tahap ketiga. Atau sampai daerah paling kecil telah dipilih dalam hal pemilu adalah TPS.

B. Pembahasan

Quick count dilakukan berdasarkan pada pengamatan langsung di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah dipilih secara acak. Unit analisa quick count ini adalah TPS, dengan demikian penarikan sampel tidak dapat dilakukan sebelum daftar TPS atau desa yang akan dipantau tersedia. Kekuatan data quick count sebenarnya bergantung pada bagaimana sampel itu ditarik. Sampel tersebutlah yang akan menentukan suara pemilih yang akan dipakai sebagai dasar prediksi hasil pemilu. Sampel yang ditarik secara benar akan memberikan landasan kuat untuk mewakili karakteristik populasi.

Multistage random sampling pada dasarnya adalah gabungan antara sampel stratifikasi (stratified random sampling) dengan sampel klaster (cluster sampling). Stratifikasi diperlukan supaya heterogenitas dari populasi bisa tercermin dalam sampel. Untuk menanggulangi masalah biaya yang meningkat karena stratifikasi tersebut, maka stratifikasi tersebut dikombinasi dengan klaster. Lewat klaster sampel tidak menyebar sehingga biaya untuk menjangkaunya mengecil meskipun klaster membuat sampel menjadi kurang mencerminkan karakteristik populasi.

Penentuan besaran sampel pada quick count didasarkan oleh derajat keragaman (variability), margin of error (MoE) dan tingkat kepercayaan (confidence interval). Istilah MoE sering disamaartikan dengan pengertian sampling error (SE), dimana sebenarnya SE dihitung setelah survei selesai dilakukan sesuai dengan teknik sampling yang digunakan.

Prediksi quick count akan akurat apabila mengacu pada metodologi statistik dan penarikan sampel yang ketat serta diimplementasikan secara konsisten di lapangan. Kekuatan quick count juga sangat tergantung pada identifikasi terhadap berbagai faktor yang berdampak pada distribusi suara dalam populasi pemilih. Apabila pemilu berjalan lancar tanpa kecurangan, akurasi quick count dapat disandarkan pada perbandingannya dengan hasil resmi KPU. Tetapi apabila pemilu berjalan penuh kecurangan, maka hasil quick count dapat dikatakan kredibel meskipun hasilnya berbeda dengan hasil resmi KPU. Oleh karena itu quick count biasanya diiringi dengan kegiatan lain yaitu pemantauan yang juga menggunakan metode penarikan sampel secara acak (exit poll).

C. KESIMPULAN

Kapan harus percaya quick count, berdasarkan pembahasan diatas kita dapat mempercayai quick count saat lembaga survey berani memaparkan seberapa acak penarikan sampelnya, berapa keragamannya dan berapa margin of error, selama kita hanya disuguhi hasil, hal tersebut tidak bisa kita jadikan patokan.

Penulis: dienst

Jika engkau dapat menemukan sedikit saja hal bermanfaat dari sini, maka sesungguhnya engkau dapat menemukan lebih banyak hal bermanfaat dari Al Quran. Setiap manusia memiliki potensi kesuksesan masing-masing. Maka jangan engkau lelah mengejar pelangimu sampai engkau dapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s