Blog sederhana

Campur-campur penuh warna

Pelangi? dimana dirimu

Tinggalkan komentar

alkisah ada seekor semut mengisi hari2 mengikuti barisannya mengumpulkan makanan, pagi, siang, sore, malam sang semut terlalu takut melihat ke langit, karena dia selalu ditundukkan oleh sang penjaga, ketika dia kehilangan jejak, sang penjaga kembali menuntunnya, namun ia tetap terlalu takut untuk berkata aku ingin EGOIS.

 

suatu hari hujan yang sangat deras, memaksa koloni mempertahankan hidup mereka, berdiam dalam kubah, berlindung, dan tetap terlalu takut melihat keluar.. ahh hujan sudah reda saatnya kita kembali mengumpulkan makanan, sang semut berlari, karena dia sudah tertinggal barisannya, dan dia pun terjatuh. seketika dia tertelungkup, dan terlentang di tanah menatap langit, “apa itu? indah sekali mengapa langit bisa seindah itu? warna2nya? merah,kuning,hijau,biru” karena terlalu lama menatap langit, sang penjaga mendatanginya, dan berkata “itu bukan hakmu, dan kau belum pantas memilikinya”, sang semut membalas bertanya “kapan sy boleh memiliki, memandang, menyentuh sepuas hati saya?”. sang penjaga hanya terdiam, dan kembali berkata, “kau belum pantas memilikinya”.

 

sejuta pertanyaan memenuhi hati sang semut, dan semut tak bisa melupakan pelangi, ya! dia telah jatuh cinta kepada pelangi!!, semut sering melupakan kewajibannya mengumpulkan makanan, dia lebih memilih pergi ke balik bukit untuk memadu kasih memandangi pelangi. karena dia sering absen dari tugas mengumpulkan makanan, koloni mulai mengucilkan dia.

 

satu persatu masalah menghadapi sang semut, hingga dia harus berkata “sy mundur dari koloni” dalam hati sang semut, mengungkapkan, kalau dirinya tak pantas berada bersama dengan koloni, karena dia bukan semut hebat, dia adalah semut kecil lemah dan mudah terinjak.

 

ternyata mundur bukanlah solusi, sang semut masih saja merasa tersindir dengan perkataan saudara2nya di koloni dulu, bahkan sebuah pengumuman dibuat ditancapkan di depan pohon, berjudul “semut tai”, ketika semut2 lain merasa dirinya hebat, tapi sang semut malah sedih, mereka telah melupakan sesuatu yang berharga, yaitu menjadi dirinya sendiri, terbodohi oleh sistem, sehingga secara tidak sadar mereka menyakiti semut2 lain yang sangat lemah.

 

dalam surat kecil, sang semut menulis:

 

mundur bukanlah pilihan, bagiku adalah keharusan

ketika maju menyusahkan semua

mundur bagiku adalah keharusan.

ketika kalian menganggap aku memuja pelangi

aku berkata, pelangi memang indah, tapi hidupku dan keluargaku adalah prioritas bagiku.

dan pelangi hanya membuat yg sulit menjadi terasa lebih mudah

akankah ku menghianati pelangi? ketika pelangi senantiasa menemaniku saat susah dan senang?

koloni pun tak pernah tau, apa yang kuhadapi.

ketika maju sebuah pilihan, tapi tak tau harus kemana melangkah

aku biarkan waktu yang membawaku

entah kemana..

 

sang semut berjalan tanpa henti, dan BUK, dia diinjak, dan mati.

 

TAMAT

Penulis: dienst

Jika engkau dapat menemukan sedikit saja hal bermanfaat dari sini, maka sesungguhnya engkau dapat menemukan lebih banyak hal bermanfaat dari Al Quran. Setiap manusia memiliki potensi kesuksesan masing-masing. Maka jangan engkau lelah mengejar pelangimu sampai engkau dapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s