Blog sederhana

Campur-campur penuh warna

kapan kita tidak perlu menhadap kiblat?

Tinggalkan komentar

Menghadap Kiblat Yang dimaukan dengan kiblat adalah Ka’bah.

Dinamakan kiblat karena manusia menghadapkan wajah mereka dan menuju kepadanya.

Orang yang Melihat Ka’bah dan yang Tidak Melihatnya Bagi orang yang shalat dalam keadaan dapat melihat Ka’bah maka wajib baginya shalat menghadap persis ke Ka’bah, seperti keadaan orang yang shalat di Masjidil Haram. Adapun orang yang tidak bisa menyaksikan Ka’bah secara langsung karena negerinya jauh dari Makkah misalnya, maka wajib baginya menghadap ke arah Ka’bah. Dalam hal ini perkaranya lapang, dalam arti bila seseorang shalat dalam keadaan menyimpang sedikit dari arah kiblat maka hal itu tidak menjadi masalah. Karena tetap saja ia dikatakan menghadap ke arah kiblat,

Kapan Gugur Kewajiban Menghadap Kiblat?

Menghadap kiblat sebagai salah satu syarat shalat yang harus dipenuhi dapat gugur pewajibannya dalam keadaan-keadaan berikut ini: 1. Shalat tathawwu’ (shalat sunnah) bagi orang yang berkendaraan, baik kendaraannya berupa hewan tunggangan ataupun berupa alat transportasi modern seperti mobil, kereta api, dan kapal laut.

Penulis: dienst

Jika engkau dapat menemukan sedikit saja hal bermanfaat dari sini, maka sesungguhnya engkau dapat menemukan lebih banyak hal bermanfaat dari Al Quran. Setiap manusia memiliki potensi kesuksesan masing-masing. Maka jangan engkau lelah mengejar pelangimu sampai engkau dapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s